Artikel

Pada tanggal 20 Agustus 2020, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Aletheia telah mengadakan Pelatihan Pembuatan Presentasi dengan Software Microsot Powerpoint/Easy Worship untuk seluruh mahasiswa STT Aletheia. Sebagai pembicara adalah Ev. Yunus Sutandio, M.C.M yang banyak memberikan kiat-kiat atau cara-cara yang benar dalam membuat presentasi. Langkah-langkah pembuatan presentasi dapat diikuti sebagai berikut:

  1. Menguasai bahan yang akan dipresentasikan (ide/tema yang akan dipresentasikan)
  2. Mengetahui peserta presentasi (dengan demikian, maka presenter akan mampu membuat presentasi sesuai kebutuhan dan kelompok umur/kemampuan berpikir peserta presentasi)
  3. Menguasai software presentasi seperti Microsoft Powerpoint atau Easy Worship

Dalam penjelasannya, Ev. Yunus juga memberikan contoh-contoh praktis dalam pembuatan presentasi seperti menentukan rasio yang tepat saat membuat presentasi jika diaplikasikan di media yang berbeda. Misalnya, untuk TV rasionya adalah 4:3, HDTV rasionya adalah 16:9, dan Cinema adalah 2.39:1). Jenis font dan ukuran, pemilihan warna, posisi tulisan juga menjadi pokok bahasan yang menarik bagi semua peserta pelatihan ini.

Melalui pelatihan ini, diharapkan semua peserta mampu membuat presentasi yang benar dan tepat guna serta bisa dimengerti oleh orang lain saat memberikan presentasi baik dengan menggunakan software Microsoft Powerpoint maupun Easy Worship.

Mengingat kondisi yang masih dalam pandemic covid-19, maka pada tanggal 14 Agustus 2020, STT Aletheia telah menyelenggarakan Yudisium bagi Wisudawan 2020. Yudisium merupakan penyampaian keputusan tentang hasil studi mahasiswa yang mana mahasiswa tersebut dinyatakan lulus atau tidak dengan memenuhi semua persyaratan akademik dan administratif yang diwajibkan oleh STT Aletheia. Setiap mahasiswa yang lulus berhak menyandang gelar sesuai dengan program yang telah ditempuhnya.

Yudisium secara online yang pertama kali diselenggarakan ini dihadiri oleh seluruh wisudawan baik Prodi Pasca Sarjana Magister Teologi maupun Sarjana Teologi secara online dapat juga dilihat secara live dengan mengakses link akun youtube STT Aletheia.

Yudisium yang dimulai pkl. 09.00 wib dipimpin oleh Pdt. Linus Baito, M.Th. dan dibuka dengan doa oleh Pdt. Alfius A. Mutak, Ed.D. Di awal acara, dinyanyikan lagu Indonesia Raya oleh rekaman penampilan Paduan Suara STT Aletheia (bisa dilihat di sini). Dalam sambutannya, Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. memberikan nasihat penting bagi para wisudawan, yaitu agar tetap fokus pada pelayanan kepada Tuhan, dan turut menjaga nama baik almamaternya. Juga dibacakan nama wisudawan terbaik dari masing-masing prodi, yaitu Sdr. Rinto dari Prodi Sarjana Teologi dan Sdri. Elvira Juli Yanti Zendrato. Bpk. Brury Eko Saputra, Th.M. sebagai Plt. Wakil Ketua I bidang Akademik membacakan keputusan bahwa keempat belas wisudawan/wisudawati telah menyelesaikan studi dengan baik dan dinyatakan LULUS dan bisa di wisuda tahun 2020 ini. Adapun nama-nama wisudawan dan wisudawati adalah sebagai berikut:

SARJANA TEOLOGI:

1.Andi Shalom Biha (01.0665.15)

Judul Skripsi: Eksposisi Efesus 5:15-17 Untuk Memberikan Pemahaman Kepada Orang Kristen Masa Kini Mengenai Hidup Bijak

2. Christian Nugroho (01.0666.15)

Judul Skripsi: Eksposisi Efesus 4:26-27 Untuk Memberikan Pemahaman Bagi Orang Percaya Tentang Kemarahan Dari Sudut Pandang Kristiani

3. Dicky Chandra (01.0667.15)

Judul Skripsi: Eksposisi Yesaya 58 : 1-12 untuk Memberikan Pemahaman yang Benar Kepada Orang Kristen mengenai Puasa

4. Jerry Kurniawan (01.0668.15)

Judul Skripsi: Eksposisi 1 Korintus 6:12-20 Untuk Memberi Pemahaman Kepada Anak-Anak Muda Agar Menghindari Dosa Percabulan

5. Rinto (01.0670.15)

Judul Skripsi: Konsep Berpikir Benar Menurut Kitab Suci Untuk Menolong Orang Percaya Bersikap Kritis Terhadap Pemikiran Positif Dari Norman Vincent Peale

6. Elwind Septyono (01.0654.14)

Judul Skripsi: Eksposisi Kisah Para Rasul 4:32-37 Untuk Memberikan Pemahaman Kepada Gereja Tentang Pentingnya Persekutuan Kristen

7. Friska Br Bukit (01.0673.15)

Judul Skripsi: Eksposisi Kisah Para Rasul 20:17-38 Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Pelayanan Orang Kristen

8. Indra Sandrawati Balang (01.0675.15)

Judul Skripsi: Eksposisi 2 Korintus 8:1-15 Untuk Memberikan Pemahaman Kepada Orang Kristen Masa Kini Dalam Melaksanakan Pelayanan Diakonia

9. Melisa Mewani Lassa (01.0676.15)

Judul Skripsi: Studi Surat Filemon Untuk Memberikan Prinsip-Prinsip Mediasi Bagi Hamba Tuhan Sebagai Mediator Dalam Proses Rekonsiliasi Konflik Interpersonal Dalam Jemaat

10. Yurningsih Zebua (01.0681.15)

Judul Skripsi: Eksposisi Yeremia 1:4-10 Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Panggilan Pelayanan Kepada Pelayan Tuhan Penuh Waktu

11. Hilda Kartika Sari (03.050.15)

Judul Skripsi: Peranan Pendidikan Musik dalam Gereja untuk Memberikan Pemahaman Kepada Gereja Mengenai Pertumbuhan Anak Secara Utuh

MAGISTER TEOLOGI:

1.Natalia Maria Magdalena (06.056.18)

Judul Tesis: Strategi Model Proyek Channel of Hope Child Protection untuk Meningkatkan Peran Rohaniawan Kristen Terhadap Perlindungan Anak di Nias Selatan

2. Elvira Juli Yanti Zendrato (06.050.17)

Judul Tesis: Penyelidikan Relasi Naomi dan Rut dalam Kitab Rut untuk Memberikan Pemahaman tentang Relasi yang Harmonis antara Ibu Mertua dan Menantu Perempuan

3. Ernawati (06.054.18)

Judul Tesis: Penyelidikan 1 Samuel 2:11-36 Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Tanggung Jawab Orang Tua Atas Pendidikan Anak

STT Aletheia bekerja sama dengan beberapa organisasi dan lembaga Kristen mengadakan webinar secara nasional yang diikuti oleh sekitar 2000 Millenial Indonesia. Seminar Kebangsaan diselenggarakan pada tanggal 15 Agustus 2020 dengan tema Kado Bagi Negeri dengan sub tema Bangkit Menjadi Terang dengan pembicara Tracy Trinita, Engeline Tjia, dan Frans Meroga dan pada tanggal 16 Agustus 2020 dilanjutkan dengan Ibadah Syukur HUT RI ke-75 dengan pembicara Pdt. Alex Nanlohy, M.A. Webinar ini juga bisa disaksikan secara langsung (live streaming) atau bisa disaksikan lagi di link ini:

  • Seminar Kebangsaan: lihat di sini
  • Ibadah Ucapan Syukur: lihat di sini

Sebagai lagu pembuka adalah penampilan Paduan Suara STT Aletheia dengan lagu Kebyar-kebyar karya Alm. Gombloh yang dapat diakses di sini yang dibawakan dengan nuansa ke-Bhinneka Tunggal Ika-an terlebih dengan pengambilan gambar di berbagai tempat yang bersejarah di kota kecamatan Lawang, Jawa Timur.

Melalui webinar ini, diharapkan para peserta dapat memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara minimal dalam bentuk doa untuk kemajuan Indonesia di tengah usaha mengatasi pandemi covid-19. Soli deo Gloria.

Untuk tahun ini, Pemupukan Rohani di awal semester dilaksanakan dalam protokol kesehatan akibat pandemi covid-19. Pemupukan rohani diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2020 pkl. 10.00 wib s/d selesai di Auditorium Sola Gratia yang dipimpin oleh dr. Harry Ratulangi dari Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Lawang. Pemupukan rohani kali ini juga diadakan secara hybird artinya diikuti off line oleh mahasiswa yang tinggal di kampus dan on line bagi mahasiswa yang tinggal di luar kampus.

Tema yang disampaikan oleh dr. Harry adalah seputar Covid-19 dan pencegahan penularannya. Pada kesempatan itu juga diadakan acara tanya jawab yang diikuti oleh mahasiswa dengan sangat antusias.

Pemupukan rohani menjadi sangat penting untuk menjadi semacam garis start sebelum memsuki semester baru 2020/2021. Di situ juga akan ada banyak hal baru berkenaan dengan hidup berasrama, hidup sebagai calon hamba Tuhan, dan hidup yang menjadi teladan seperti tema besar semester ganjil 2020/2021 yaitu Dare to be a Spiritual Shepherd. Soli Deo Gloria.

Pada tanggal 04 Agustus 2020, STT Aletheia telah mengadakan Pelatihan E-Research yang bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi para mahasiswa untuk dapat mengakses buku elektronik atau jurnal elektronik dari perpustakaan nasional dan juga beberapa portal jurnal elektronik luar negeri semacam Sage Journal, JSTOR, dan lain-lain.

Pelatihan dipandu oleh Kaprodi S-1 yaitu Ibu Liu Wisda, Th.M. dan diselenggarakan secara hybird karena wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa S-1 baik yang tinggal di kampus (off line) maupun di luar kampus (on line).

Pelatihan ini juga diharapkan agar para mahasiswa STT Aletheia mendapat manfaat kemudahan mencari bahan kuliah atau sumber bacaan yang bermutu dan berguna bagi penulisan naskah-naskah akademik seperti penulisan paper, skripsi, dan lain-lain.

Dalam situasi pandemi covid-19, pada tanggal 04 Agustus 2020 pukul 10.00 wib, Sekolah Tinggi Teologi Aletheia telah mengadakan Ibadah Pembukaan Semester Ganjil 2020/2021 dengan mekanisme gabungan antara offline dan online. Bagi dosen dan mahasiswa yang tinggal di luar kampus, seperti mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 wajib mengikuti dengan aplikasi zoom meeting, dan bagi dosen dan mahasiswa yang tinggal di dalam kampus hadir secara offline dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan disinfektan sebelum memasuki ruang ibadah, wajib memakai masker, duduk di tempat duduk yang telah diatur sedemikian rupa sehingga ada jarak di antara peserta ibadah, dan lain-lain.

Ibadah Pembukaan Semester ini dipimpin oleh Bpk. Ev. Yunus Sutandio, M.C.M. sebagai liturgos, Bpk. Adi Margono, B.C.M. sebagai pemain musik, dan Bpk. Pdt. Dr. Agung Gunawan, Th.M. sebagai pembawa renungan/khotbah.

Pdt. Agung, dalam renungannya mengambil nats dari 2 Korintus 5:17 dalam korelasinya dengan tema semester ganjil 2020/2021, yaitu Dare to be a Spiritual Sheperd menggarisbawahi bahwa dalam masa pandemi ini, kita wajib mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah. Dan sebagai orang yang telah diubahkan, beliau memberikan 2 hal yang dapat diambil dari nats, yaitu orang percaya harus mempunyai gaya hidup yang baru (perubahan dari status orang berdosa menjadi orang benar), dan harus mempunyai iman yang baru (yakin diselamatkan dalam Tuhan).

Kali ini, melalui sarana aplikasi zoom meeting, wakil dari BP Sinode GKT, yaitu bpk. Sapta Adi Pangestu dan wakil dari Departemen Pendidikan Theologia Sinode GKT, yaitu bpk. Bpk. Dr. Drs. Ec. Eddy Madiono Sutanto, M.Sc. juga memberikan sambutannya. Beliau berdua mendorong para calon hamba Tuhan untuk tetap semangat menempuh ilmu dan dipersiapkan sebagai calon-calon hamba Tuhan yang berkualitas bagi gereja-gereja di masa mendatang walaupun terkendala bahkan harus belajar secara online akibat pandemi covid-19 ini.

Dan di akhir Ibadah Pembukaan Semester Ganjil 2020/2021 ini, bpk. Pdt. Agung memberikan beberapa pengumuman dan memperkenalkan semua mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021. Selamat bergabung dalam keluarga besar STT Aletheia bagi mahasiswa baru angkatan 2020/2021. Soli Deo Gloria.

Pada tanggal 29 Juli 2020 Program Studi Pasca Sarjana Magister Teologi telah mengadakan Ujian Tesis untuk 3 mahasiswi, yaitu:

  1. Ernawati (06.054.18)
  2. Elvira Juli Yanti Zendrato (06.050.17)
  3. Natalia Maria Magdalena (06.056.18)

Dalam masa pandemi covid-19 kali ini, ujian diselenggarakan secara hybird/campuran antara online dan tatap muka karena ada penguji dan peserta ujian yang melaksanakan ujian tesis dari kota lain. Akan tetapi ujian tesis tersebut tetap berlangsung secara lancar dan tanpa kendala. Penguji dan peserta ujian tesis hybird sangat puas dan KaProdi Pasca Sarjana, yaitu Pdt. Sia Kok Sin, D.Th. banyak menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen penguji dan staf dalam proses penyelenggaraan ujian tesis kali ini.

Setelah melalui perdebatan, pertanyaan, dan masukan dari para penguji, ketiga mahasiswi Prodi Pasca Sarjana tersebut berhasil mempertahankan tesis mereka dan dinyatakan LULUS. Selamat atas kelulusannya. Soli Deo Gloria.

Adapun susunan penguji dan peserta ujian dapat diakses di SINI

Ujian Tesis 2020

Musik masa kini, dunia virtualitas, dan industri komersial nampak berjalan sangat selaras. Ketiga aspek tersebut sangat mudah diterima oleh masyarakat, mempengaruhi masyarakat dan sebaliknya juga dipengaruhi oleh masyarakat.

Saat pandemi kali ini terjadi, tampak begitu banyak gereja dan berbagai komunitas Kristen sangat antusias memanfaatkan teknologi serta menyelam dalam dunia virtualitas. Dan tujuan musik virtual di masa pandemi berubah esensi yaitu menjadi: Pengisi waktu, iringan ibadah online, sebagai wadah pelayanan, sebagai pengalaman baru, sebagai ekspansi pelayanan, dan menyiasati physical distancing.

Dan melalui webinar dengan tema Musik & Virtualitas yang merupakan sesi keenam atau terakhir dalam Aletheia Courses in Theology, Ev. Yunus Sutandio, M.C.M. banyak memberikan contoh dan memberikan wawasan baru dalam industri musik rohani khususnya dalam masa pandemi covid-19.

Webinar kali ini yang diadakan pada tanggal 09 Juli 2020 telah menarik minat para peserta untuk menggali lebih dalam terutama peranan musik gereja dalam masa pandemi ini. Ini terlihat dalam antusiasme peserta hingga akhir acara.

Bahan webinar Musik & Virtualitas bisa diakses di SINI

Untuk selanjutnya, sebagai follow up acara webinar Aletheia Courses in Theology 2020 akan diadakan acara ACT: SPEAKERS INSIGHTS pada hari KAMIS 30 JULI 2020, pkl. 16.00-18.00 WIB dengan menghadirkan semua pembicara selama sesi 1 hingga sesi 6. Sebuah acara webinar yang dikemas dalam sesi tanya jawab dan merupakan kesimpulan dari semua sesi Aletheia Courses in Theology (ACT) 2020.

Link Pendaftaran bisa diakses di SINI

Epidemi dan Pandemi adalah 2 kata yang saat ini sedang nge-tren di dunia. Dua kata ini menjadi terkenal akibat dari mewabahnya Covid-19 di dunia termasuk di Indonesia. Dalam deskripsinya Epidemi adalah penyebaran penyakit menular yang menyerang wilayah tertentu secara cepat dengan jumlah korban yang banyak, sedangkan Pandemi adalah penyebaran penyakit nasional yang bersifat trans nasional yang dapat mempengaruhi seluruh dunia dan membunuh banyak orang. Kesimpulannya, Pandemi merupakan epidemi yang tersebar secara luas dan masif.

Dalam sejarahnya, epidemi dan pandemi telah menjadi seperti “sahabat” bagi manusia di bumi ini. Banyak contoh yang telah terjadi dan dapat menjadi pembelajaran di masa lalu tentang epidemi, pandemi, dan tanggapan gereja terkait wabah ini.

Hal-hal di atas telah dibahas secara rinci oleh Pdt. Mariani Febriana Lere Dawa, Th.M. dalam webinar STT Aletehia, yaitu Aletheia Courses in Theology (ACT) 2020 dengan tema Sejarah dan Pandemi yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juli 2020.

Dalam kesimpulannya, Pdt. Mariani menekankan bahwa pandemi mengajarkan banyak hal kepada gereja dan sekaligus membuka peluang-peluang berharga dalam melayani apalagi di tengah kemajuan teknologi modern ini. Penguatan dan pendampingan kepada umat dalam kondisi wabah ini menjadi perhatian serius dari para pelayan sepanjang sejarah dan pembelajaran secara historis menolong kita untuk sekali lagi untuk berbenah diri dalam kapasitas kita masing-masing.

Melalui webinar ini, para peserta merasa sangat diberkati dengan penjelasan yang mudah dimengerti dan mudah dipraktikkan oleh pelayan Tuhan. Terima kasih juga untuk host kali ini, Pdt. Linus Baito, M.Th. dan tim multi media yang telah mempersiapkan webinar ini. Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita semua. Soli Deo Gloria dan sampai jumpa di webinar ACT 2020 sesi terakhir pada tanggal 9 Juli 2020 dengan tema Musik & Virtualitas oleh Ev. Yunus Sutandio Tan, M.C.M.

Bahan webinar ACT sesi ke-6 dengan tema Sejarah dan Pandemi bisa diakses di SINI

Aletheia Courses in Theology (ACT) sesi 4 telah sukses diselenggarakan STT Aletheia pada tanggal 25 Juni 2020 jam 16.00-selesai. ACT sesi 4 yang bertema Konseling dan Pandemi: Peran Konseling Pastoral di Masa Pandemi Covid-19 kali ini menghadirkan nara sumber yang kompatibel di bidang Konseling Pastoral , yaitu Pdt. Dr. Totok S. Wiryasaputra, M.Th. (Pendiri AKPI–Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia) dan Pdt. Marthen Nainupu, M.Th. (Dosen Konseling Pastoral STT Aletheia Lawang).

Covid-19 merupakan “silent revolution” yang super dahsyat dan super cepat, berdampak luas, menyentuh semua aspek kehidupan manusia karena covid-19 yang pada awalnya hanya masalah kesehatan fisik menjadi bergeser ke masalah psikologis dan berlanjut ke masalah sosial dan spiritual.

Oleh karena itu, sebagai salah satu pelayanan di gereja, konseling pastoral menjadi penting terutama dalam memberi pendampingan bagi jemaat di masa-masa sulit ini. Gereja dapat dan harus mengembangkan pola-pola pelayanan yang lebih relevan sesuai dengan kebutuhan jemaatnya saat ini.

Kedua nara sumber banyak menyoroti isu-isu terkini dan memberikan beberapa contoh terbaru dala pelayan konseling pastoral yang cocok dengan gereja di Indonesia, seperti misalnya Konseling Pastoral dengan pendekatan (REBT) Rasional Emotive Behaviour Therapy dan memberikan tips-tips khusus menjadi pelayan Konseling Pastoral yang baik.

Peserta ACT sesi 4 kali ini sangat diberkati dan mendapatkan gairah baru dalam memberikan pendampingan bagi jemaat terutama dalam menerapkan strategi-strategi dalam konseling pastoral yang tepat guna di Indonesia.

Sampai jumpa di Aletheia Courses in Theology (ACT) sesi 5 bertema Sejarah dan Pandemi dengan pembicara yang juga sangat berkompeten yaitu Pdt. Mariani Febriana Lere Dawa, Th.M. yang diselenggarakan pada 02 Juli 2020.

Materi Konseling & Pandemi dapat diakses di SINI